Asosiasi Sepak Bola Irlandia mendukung Vera Pauw atas tuduhan pemerkosaan dan pelecehan ketika dia masih menjadi pemain

Vera Pauw udah jadi eksekutif Wanita Republik Irlandia waktu nyaris tiga tahun; Pria berumur 59 tahun itu awal mulanya pernah latih klub putri Skotlandia, Belanda, Rusia serta Afrika Selatan serta membikin 85 tampilan selaku pemain buat negaranya.

Perserikatan Sepak Bola Irlandia udah memberinya bantuan penuhnya sama kepala pelatih Republik Irlandia Vera Pauw seusai gugatan pemerkosaan serta pencelaan seksualnya.

Eks bek Belanda Pauw, dalam andilnya waktu ini waktu nyaris 3 tahun, udah mengakui dalam suatu pengakuan di social media kalau ia dicabuli oleh “seseorang petinggi sepak bola terutama” sewaktu ia tetap jadi pemain muda.

Pria berumur 59 tahun, yang awal mulanya latih wanita Skotlandia, Belanda, Rusia serta Afrika Selatan serta membikin 85 tampilan selaku pemain buat negaranya, pun mengakui ia di serang secara seksual oleh “dua pria lain”.

Dalam suatu pengakuan di Twitter, Pauw mendakwa perserikatan sepak bola Belanda usaha merahasiakannya dengan menampik buat buka pengumpulan bukti-bukti penuh.

FA Belanda (KNVB) udah mengaku masih kurang cepat menyikapi sewaktu pertamanya kali dipepet oleh Pauw terkait gugatan serta udah membikin kekeliruan, namun mengucapkan udah serahkan masalah itu ke penyelidik independent, sama hal yang disuruh oleh Pauw.

FAI, yang menunjuk Pauw di September 2019, mengucapkan dalam suatu pengakuan: “FAI udah memberinya bantuan penuhnya sama Eksekutif Klub Senior Wanita Republik Irlandia Vera Pauw ketika yang susah pada hidupnya ini sebab ia membikin pengungkapan yang paling berani terkait waktu lalunya.

“Vera udah tersangkut dalam persoalan ini dengan banyak pimpinan senior Perserikatan buat sekian waktu saat ini serta FAI udah menjajakan semuanya bantuan yang barangkali ia perlukan di tingkat personal serta professional.

“FAI sungguh-sungguh memahami pengaruh pengungkapan ini kepada kesejahteraan Vera serta udah meyakinkannya bakal bantuan penuh yang berkesinambungan dari Dewan FAI serta semuanya partnernya di Perserikatan.

“FAI akan tidak memberikan komentar seterusnya terkait persoalan ini serta memohon medium buat memuliakan pribadi Vera di waktu yang paling sukar ini.”

Pauw ucapkan terima kasih sama FAI, banyak pemainnya, serta staff tempat belakang atas bantuan mereka.

Dalam suatu pengakuan yang dipublish di Twitter, Pauw mengucapkan: “Waktu 35 tahun akhir ini gue udah rahasiakan pencelaan itu. Gue udah membebaskan daya ingat itu mengatur hidup gue, penuhi gue dengan terasa sakit serta rasa sedih tiap hari, menguasai hati batin gue.

“Buat banyak orang-orang, gue tampak selaku pelatih serta eksekutif sepak bola yang kurang ajar serta keras, seseorang wanita kokoh yang udah naik ke pucuk di dunia pria. Tak ada yang lebih jauh dari kebenaran.

“Waktu tahun-tahun terakhir gue udah coba biar masalah gue didengarkan secara adil oleh wewenang sepakbola di Belanda namun tidak sukses.

“Sebagian orang lebih senang rahasiakan pemerkosaan serta gempuran seksual gue ketimbang menjajakan bantuan yang gue perlukan dengan buka narasi ini sama dunia. Gue tak dapat kembali diam.”

Pauw mengucapkan ia udah menyampaikan kesusahannya ke polisi Belanda, menambah: “Percayakan, narasi gue begitu fakta serta begitu betul.

“Gue tahu go public bakal menyorot hidup gue dengan tips yang masih belum pernah gue alami awal mulanya, namun gue pun mengharapkan pemain sepak bola serta pelatih muda yang lain yang terserang sejumlah hal seperti pemerkosaan serta pencelaan yang gue penderitaan saat ini bakal terasa cukup berani buat mengerjakannya. maju serta share narasi mereka.”

KNVB mengucapkan “begitu terperanjat” dengan pengungkapan Pauw serta mengaku kalau responnya tidak bisa diterima.

“Selaku hasilnya, kami berbarengan memutus untuk melaksanakan analisis. Vera pengin ini dikerjakan oleh Verinorm, suatu instansi analisis independent yang mengistimewakan diri dalam keamanan sosial,” kata KNVB.

Tubuh pengendali mengucapkan “masih kurang hati-hati kepada tanda pertama Vera di 2011 terkait tingkah laku transgresif seksual”.

“Pengusutan independent ini tunjukkan kalau KNVB sebaiknya mengatasi berbagai hal secara tidak sama,” kata pengakuan itu.

“Di waktu lalu, Vera sayang ditempatkan dengan beberapa kekeliruan (estimasi) serta tanggapan beresiko dari (eks) pekerja KNVB. Dengan pengumpulan bukti-bukti, Verinorm pun mendapatkan kalau tak ada ide atau kebijaksanaan KNVB dibalik ini.”

KNVB menambah: “Kami pengin membicarakan rujukan dari laporan secara intern serta dengan Vera secepatnya namun dengan begitu berhati-hati maka kami bisa memastikan aksi. Dengan juga niat buat perantaraan rekondisi.”

Be the first to reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.